LORJUK KHAS MADURA
LORJUK
Sebagai Negara maritime
yang kaya dengan hasil laut, jadi tidak mengherankan jika kuliner khas masakan
dari Indonesia menjadi sangat beragam.
Satu diantaranya
seafood yang paling banyak dinikmati di Indonesia adalah kerang.
Jenis jenis
kerang di Indonesia juga beragam salah satunya kerang bamboo, kerang batik,
kerang hijau, kerang darah, kerang lorjuk.
Kerang lorjuk
juga tidak mudah ditemukan di sembarang tempat di Indonesia. Kerang lorjuk
merupakan jenis kerang yang paling sering dijumpai pada kuliner khas jawa
timur, terutama daerah pemekasan, Madura.
Kearng yang satu
ini biasaya hidup di daerah pesisir pantai yang berlembur dengan kadar garam
yang cukup tinggi.
Bentuk lorjuk
menyerupai pisau, tak heran kerang ini juga dinamai “jackknife” di beberapa Negara.
Spesifikasinya, kerang lorjuk memiliki tubuh yang kecil sekitar 2-3 inci yang
memanjang dan bentuk runcing di salah satu ujungnya.
Selain lezat
kerang lorjuk juga memiliki nolai nutrisi yang tinggi sama seperti kerang
lainya. Makanan yang rendah kalori ini memiliki kandungan protein, omega 3,
serta mineral berupa yodium dan zat besi.
Setelah proses
penangkapan, lorjuk harus segera diolah di hari yang sama. Pasalnya, jika
dibiarkan terlalu lama lorjuk akan mengeluarkan cairan yang berbau kurang
sedap.
Tahap pertama
dalam pengolahan kerang lorjuk adalah dengan membersihkan dan mengerluarkan
cairan seperti kaldu yang memiliki cita rasa khas. Lorjuk yang telah matang
perlu dijemur dibawah sinar matahari. Setelah kering, cangkang lorjuk akan
mengelupas dengan sendirinya sehingga memudahkan untuk pengupasan. Lorjuk yang
telah dikupas kemudian dijemur lagi selama dua hari. Pengeringan ini memberikan
daya awet alami untuk daging lorjuk yang akan dibuat olahan.
Lorjuk adalah
salah satu makanan khas Madura yang banyak diburu wisatawan, lorjuk juga turut
diangkat ke layar lebar berjudul aruna dan lidahnya. Film garapan Edwin tersebut
diambil dari novel berjudul sama karya laksmi pamuntjak.


Komentar
Posting Komentar