TOPA' LADEH KHAS BANGKALAN
TOPAK LADHA BANGKALAN
Topak ladeh merupakan ciri khas
makanan pasca idul fitri orang Madura, saat tellasen topa’ tiba masyarakat Madura
khususnya warga bangkalan mamiliki cara sendiri dalam merayakannya. Tidah jauh berbeda
dengan masyarakat lainnya yang bersemangat merangkai daun janur di jadikan
bungkus ketupat yang kemudian di isi beras lalu di kukus sampai menjadi
ketupat, di hari tellasen topak ini warga bagkalan pun juga.
Sesudah membuat ketupat, belum
lengkap rasanya bila tidak menyajikan masakan pendamping yang cocok untuk di
makan bersama ketupat di saat lebaran. Namun, ada berbeda bila diperhatikan
dari daftar menu tellasen topa” di bangkalan yakni adanya makanan khas yang
bernama topa’ ladha atau seing kita sebut ketupat ladeh.
Topa’ ladeh adalah makanan khas
yang berasal dari bangkalan. Bisa ibilang topa’ ladeh menjadi icon utama yang
harus ada disetiap tellasen topa’, bila tidak ada topa’ ladeh rasanya lebaran
terasa kurang.
Makanan ini sejenis makanan
berjuah yang terdiri dari irisan daging, telur dan jeroan sapi, bagi sebagian
orang jeroan sapi bisa juga digantikan dengan daging ayam. Selain itu, didalam
topa’ ladeh terdapat potongan kacang panjang yang sengaja di ikat dengan tali
janur dan potongan sayur papaya muda yang sudah dikukus.
Tidak sembarang orang bisa memasak
topa’ ladeh karena memang tidak mudah untuk bisa memasak makanan khas bangkalan
yang satu ini. Topa’ ladeh sangat kaya dengan bumbu serta cara perpaduannya
yang cukup sulit, mungkin karena hal itu yang menjadi alas an semua bisa
memasaknya.
Dengan bumbu lengkap itu dimasak hingga
menghasilkan kuah topa’ ladeh yang berwarna merah kecoklatan. Daging sapi yang
di kukus hingga matang juga empuk, untuk jeroan sapinya biasa dipilih seperti
usus dan babat, semua di masak menjadi satu. Jangan lupa telur yang sudah
direbus kemudian digoreng.
Setelah semua sudah siap, topa’
ladeh sudah di persiapkan dengan menata potongan ketupat di atas piring, daging
empuk yang sudah matang, jeroan sapi, irisan telur goreng, sayur papaya kemudian
di siram dengan kuah topa’ ladeh. Topa’ ladeh biasa disajikan dengan bubuk
jagung yang halus atau bisa juga dengan sambal urap yang manis.

Komentar
Posting Komentar